SMA Insan Rabbany Goes Abroad 2026 ke 3 Negara di Asia Bersama Santri Mengglobal: Program Internasional Perkuat Daya Saing Global Siswa

08 Feb

Tangerang Selatan — Program SMA Insan Rabbany Goes Abroad 2026 resmi terlaksana pada 2–7 Februari 2026 melalui kolaborasi strategis bersama Santri Mengglobal. Kegiatan internasional ini diikuti oleh 78 siswa dan 6 guru pendamping sebagai bagian dari langkah nyata sekolah dalam membangun generasi berdaya saing global melalui pengalaman belajar lintas negara.

Program Goes Abroad ini dirancang sebagai kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman global yang mengintegrasikan kunjungan kampus luar negeri, projek menulis buku, eksplorasi budaya internasional, serta orientasi persiapan studi lanjutan di luar negeri.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti rangkaian agenda edukatif di tiga negara Asia Tenggara, meliputi kunjungan institusi pendidikan tinggi ke Universitas Malaya, interaksi lintas budaya, latihan riset pendidikan dan budaya, serta penguatan wawasan global berbasis pengalaman langsung di lapangan.

Kolaborasi antara SMA Insan Rabbany dan Santri Mengglobal menjadi bagian dari strategi pengembangan program internasional sekolah untuk memperkuat diferensiasi dan positioning lembaga sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan global.

Program ini juga dirancang tidak hanya sebagai perjalanan akademik, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter, kemandirian, dan kesiapan mental siswa dalam menghadapi kompetisi pendidikan global.

Selama pelaksanaan program SMA Insan Rabbany Goes Abroad 2026 bersama Santri Mengglobal, para peserta mengikuti rangkaian kunjungan edukatif dan eksplorasi budaya di tiga negara. Di Malaysia, siswa mengikuti Tour Putra Jaya dan Tour Malaka, melakukan praktik speaking with foreigners untuk melatih komunikasi bahasa Inggris, serta bermalam di Johor Bahru. Agenda berlanjut dengan kunjungan ke kawasan KLCC, Malaya University sebagai bagian dari pengenalan studi kampus luar negeri, eksplorasi Batu Caves, hingga pengalaman naik cable car di Genting Highlands. 

Di Singapura, peserta mengunjungi berbagai ikon edukatif dan destinasi global seperti Jewel Waterfall Singapore, Merlion Park, Garden by the Bay, area Universal Studio, sebagai bagian dari pembelajaran lintas budaya. Sementara di Thailand, kegiatan diisi dengan kunjungan ke Cham Puak Camp, Sleeping Budha, Samila Beach, Songkla Central Mosque, serta Floating Market untuk memperluas wawasan budaya regional dan memperkaya pengalaman global siswa.

Ketua Yayasan Santri Mengglobal, Diki Ramdani, S.S.I., M.A, menyampaikan bahwa program Goes Abroad merupakan investasi pengalaman yang berdampak jangka panjang bagi peserta.

“Program Goes Abroad bukan sekadar perjalanan luar negeri, tetapi proses pembelajaran global yang dirancang untuk membuka perspektif, melatih komunikasi internasional, dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa agar siap bersaing di level dunia. Kolaborasi dengan SMA Insan Rabbany menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi berdaya saing global sejak bangku sekolah,” ujarnya.

Melalui program SMA Insan Rabbany Goes Abroad 2026, sekolah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang melampaui ruang kelas, dengan memberikan paparan nyata terhadap lingkungan akademik dan budaya internasional.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan siswa dalam merencanakan studi kampus luar negeri, meningkatkan kompetensi bahasa Inggris, serta membentuk karakter pelajar yang adaptif, terbuka, dan kompetitif secara global.

Program internasional berbasis kolaborasi dengan Santri Mengglobal ini menjadi bagian dari roadmap pengembangan mutu SMA Insan Rabbany dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.***