Shah Alam, Malaysia – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta melaksanakan kegiatan residensi internasional di MSU Medical Centre, Selangor, Malaysia, pada Jumat, 06 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembelajaran global bagi mahasiswa melalui pengalaman langsung di fasilitas pelayanan kesehatan internasional.
Residensi internasional ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UMJ, dosen, serta tenaga administrasi. Kegiatan dilaksanakan di Management and Science University dan MSU Medical Centre dengan tujuan memberikan pengalaman belajar internasional melalui observasi dan analisis praktik terbaik dalam administrasi dan manajemen pelayanan kesehatan, khususnya terkait mutu layanan, keselamatan pasien, serta pengelolaan fasilitas dan infrastruktur rumah sakit.
MSU Medical Centre merupakan rumah sakit spesialis swasta yang berlokasi di Shah Alam, Selangor, Malaysia, dengan kapasitas 250 tempat tidur dan berbagai klinik spesialis yang tersebar di 14 lantai. Rumah sakit ini dikenal mengusung pelayanan kesehatan yang terintegrasi, holistik, dan berbasis inovasi teknologi, serta memiliki visi menjadi salah satu penyedia layanan kesehatan terkemuka di Asia. Keberadaan MSU Medical Centre juga tidak terlepas dari perannya sebagai bagian dari ekosistem akademik Management and Science University, sehingga berfungsi sebagai sarana pembelajaran, riset, dan pengembangan praktik kesehatan secara nyata.
Pada hari pertama pelaksanaan residensi, peserta memperoleh pemaparan mengenai sistem tata kelola rumah sakit di Malaysia, pengenalan struktur dan layanan MSU Medical Centre, sistem manajemen informasi rumah sakit, serta strategi peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama manajemen rumah sakit serta kunjungan langsung ke berbagai unit pelayanan, antara lain Instalasi Gawat Darurat, unit dialisis, radiologi dan imaging, klinik rawat jalan, layanan rehabilitasi dan hiperbarik, wellness centre, farmasi sentral, layanan Traditional Chinese Medicine, hingga bangsal rawat inap.
Associate Professor Dr. Dewi Purnamawati, SKM., MKM., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi peserta. Ia menilai MSU Medical Centre sebagai rumah sakit yang sangat baik karena seluruh sistemnya terintegrasi, termasuk sarana komunikasi yang terhubung dengan berbagai fasilitas kesehatan. Menurutnya, sistem tersebut merupakan hasil dari kajian dan diskusi akademik yang dikembangkan di ruang kelas, sehingga MSU Medical Centre dapat diibaratkan sebagai laboratorium dari kampus MSU itu sendiri.
Residensi internasional ini dibimbing oleh para akademisi dan praktisi dari Management and Science University, yakni Associate Professor Dr. Noor Aziah binti Zainal Abidin, Professor Datuk Dr. Rohaizat Che Hon, dan Dr. Imran Khan Jallaldeen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membandingkan praktik manajemen pelayanan kesehatan di Malaysia dengan konteks rumah sakit di Indonesia, serta mengembangkan kemampuan analisis kebijakan dan rekomendasi peningkatan layanan kesehatan berbasis praktik internasional.