Beasiswa Double Degree Sarjana Kemenag: Sasaran, Persyaratan, dan Ketentuan Pendaftaran

23 May

Beasiswa Double Degree merupakan program pendanaan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk menempuh studi di dua perguruan tinggi mitra. Program ini dapat dilaksanakan di dalam negeri maupun luar negeri, dengan tujuan memberikan pengalaman akademik lintas institusi serta peluang memperoleh dua gelar akademik.

Melalui program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan global, membangun jejaring keilmuan, serta berkontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan studi.

Informasi resmi mengenai program ini dapat diakses melalui laman berikut: Beasiswa Double Degree Kemenag.

Sasaran Penerima Beasiswa Double Degree

Program Beasiswa Double Degree ditujukan bagi peserta dari satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Agama. Sasaran penerima beasiswa meliputi santri, lulusan pondok pesantren, serta siswa atau pelajar dari satuan pendidikan dasar dan menengah binaan Kemenag.

1. Santri dan Lulusan Pondok Pesantren

Sasaran pertama adalah santri atau lulusan pondok pesantren di bawah binaan Kementerian Agama, yang berasal dari jenjang pendidikan berikut:

  • Madrasah Aliyah, SMA, atau SMK;
  • Pendidikan Diniyah Formal atau PDF Ulya;
  • Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah atau PKPPS Ulya;
  • Satuan Pendidikan Mu’adalah atau SPM Ulya.

2. Siswa atau Pelajar dari Satuan Pendidikan Binaan Kemenag

Program ini juga terbuka bagi siswa atau lulusan satuan pendidikan dasar dan/atau menengah di bawah binaan Kemenag. Status tersebut dibuktikan dengan Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN.

Satuan pendidikan yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

  • Madrasah Aliyah;
  • Widyalaya Utama;
  • Dhammasekha Utama;
  • Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas;
  • Sekolah Agama Katolik Menengah Atas;
  • Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas.

Persyaratan Umum Beasiswa Double Degree

Calon pendaftar Beasiswa Double Degree wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum yang telah ditetapkan. Berikut beberapa ketentuan utama yang perlu diperhatikan:

  1. Pendaftar merupakan Warga Negara Indonesia.
  2. Memenuhi ketentuan batas usia per 31 Desember pada tahun pendaftaran, yaitu maksimal 24 tahun.
  3. Telah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah, seperti MA, SMA, atau SMK, untuk lulusan tahun ajaran 2025/2026.
  4. Pendaftar yang sedang menempuh studi atau telah menyelesaikan studi sarjana S1 tidak diperkenankan mendaftar.
  5. Beasiswa hanya berlaku untuk perguruan tinggi tujuan dan program studi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Ketentuan bagi Lulusan Luar Negeri

Bagi pendaftar yang merupakan lulusan satuan pendidikan menengah luar negeri, terdapat dokumen tambahan yang wajib dilampirkan. Pendaftar harus menyertakan hasil penyetaraan ijazah dan konversi transkrip nilai dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kementerian Agama.

Apabila hasil penyetaraan ijazah dan/atau konversi nilai belum diterbitkan, pendaftar dapat melampirkan tangkapan layar bukti pengajuan penyetaraan ijazah atau konversi nilai melalui laman resmi kementerian terkait.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Selain memenuhi persyaratan umum, pendaftar juga harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung. Dokumen tersebut meliputi:

  • Surat rekomendasi dari pimpinan pondok pesantren bagi santri;
  • Surat rekomendasi dari kepala satuan pendidikan menengah bagi siswa atau pelajar;
  • Surat keterangan kesehatan dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, yang diterbitkan maksimal tiga bulan terakhir;
  • Ijazah dan transkrip nilai pendidikan dasar dan menengah;
  • Surat Keterangan Lulus atau Surat Keterangan Kelas XII apabila ijazah belum diterbitkan;
  • Sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku.

Pendaftar juga diminta menulis profil diri, termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan apabila ada. Selain itu, pendaftar perlu menulis personal statement atau esai yang menggambarkan kesadaran diri, proses pembelajaran, serta kesiapan untuk melanjutkan studi.

Ketentuan Nilai Akademik

Pendaftar wajib mengunggah ijazah dan transkrip nilai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Terdapat ketentuan nilai minimum 7,5 untuk empat mata pelajaran akademik yang relevan dengan program studi tujuan.

Sebagai contoh, apabila pendaftar memilih program studi yang berkaitan dengan bidang sains atau teknologi, nilai Matematika dapat menjadi salah satu mata pelajaran akademik yang dipertimbangkan.

Syarat Sertifikat Bahasa Inggris

Pendaftar wajib mengunggah sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku paling lambat dua tahun terakhir, dihitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan.

Sertifikat harus diterbitkan oleh lembaga resmi penyelenggara tes, seperti ETS untuk TOEFL atau lembaga resmi IELTS.

Program Studi Business atau Commerce

Untuk pendaftar program studi Business atau Commerce, ketentuan skor bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

  • IELTS overall minimal 6.5, tanpa band score di bawah 5.5;
  • TOEFL iBT overall minimal 87, dengan skor minimum:
    • Listening: 17;
    • Reading: 18;
    • Speaking: 17;
    • Writing: 20.

Program Studi Computer Science

Untuk pendaftar program studi Computer Science, ketentuan skor bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

  • IELTS overall minimal 6.0, tanpa band score di bawah 5.5;
  • TOEFL iBT overall minimal 78, dengan skor minimum:
    • Listening: 17;
    • Reading: 18;
    • Speaking: 17;
    • Writing: 20.

Komitmen Setelah Studi

Salah satu aspek penting dalam seleksi Beasiswa Double Degree adalah komitmen pendaftar untuk kembali ke Indonesia. Pendaftar wajib menuliskan rencana pascastudi, rencana kontribusi, serta bentuk pengabdian yang relevan dengan program studi yang dipilih.

Komitmen ini menjadi bagian penting karena program beasiswa tidak hanya bertujuan mendukung pendidikan individu, tetapi juga mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Prestasi dan Pengalaman Organisasi

Pendaftar yang memiliki prestasi, baik dalam bentuk kejuaraan maupun non-kejuaraan, dapat mencantumkan riwayat prestasi pada aplikasi pendaftaran. Pengalaman organisasi juga dapat ditambahkan sebagai nilai pendukung.

Informasi tersebut dapat membantu menunjukkan kapasitas, kepemimpinan, serta kesiapan pendaftar dalam mengikuti program pendidikan yang kompetitif.

Beasiswa Double Degree Kemenag merupakan peluang penting bagi santri, lulusan pesantren, serta siswa dari satuan pendidikan binaan Kementerian Agama untuk melanjutkan studi melalui skema pendanaan pendidikan. Program ini tidak hanya membuka akses terhadap pendidikan berkualitas, tetapi juga mendorong peserta untuk memiliki pengalaman akademik lintas institusi dan kesiapan berkontribusi bagi Indonesia.

 

Calon pendaftar sebaiknya membaca seluruh ketentuan dengan cermat, menyiapkan dokumen sejak awal, serta memastikan bahwa persyaratan akademik dan bahasa Inggris telah terpenuhi sebelum melakukan pendaftaran melalui laman resmi Beasiswa Double Degree Kemenag.