Privasi Bukan Sekadar Hukum: IPLS 2026 Gaungkan Komitmen Teologis dan Moral Pelindungan Data Pribadi

21 Oct

Dalam rangka memperingati empat tahun disahkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), PRIVASIMU bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas PTIQ Jakarta, PKU Masjid Istiqlal, dan Financial Industry Data Protection and Privacy Network (FINDANET) menyelenggarakan Indonesia Privacy Leader Summit (IPLS) 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta.

Mengusung tema Faith, Data & Dignity: Religious Leadership and the Commitment to Personal Data Protection in Indonesia, kegiatan ini dihadiri peserta dari berbagai latar belakang, termasuk sektor perbankan, asuransi, lembaga filantropi, mahasiswa, organisasi keagamaan, serta praktisi hukum dan kepatuhan, khususnya di bidang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

Para peserta mengikuti diskusi mengenai pengaruh agama dan kepemimpinan terhadap praktik tata kelola PDP dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Acara ini turut membahas berbagai tantangan dan solusi praktis dalam implementasi PDP, khususnya setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan UU PDP (PP 33/2026), termasuk persoalan kepatuhan dan peningkatan kematangan tata kelola PDP di tengah belum terbentuknya Lembaga Pelindungan Data Pribadi.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan deklarasi pelindungan data pribadi sebagai bentuk komitmen berbagai pemangku kepentingan, pemimpin instansi, organisasi, dan perusahaan dalam melindungi data pribadi.

IPLS 2026 dibuka oleh Awaludin Marwan selaku CEO PRIVASIMU. Dalam sambutannya, Awaludin menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap regulasi PDP, pengamanan data pribadi, dan penghormatan terhadap privasi merupakan penerapan nilai-nilai yang diajarkan berbagai agama di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dan panelis dari kalangan pemerintah, pimpinan lembaga filantropi, praktisi keagamaan, aktivis, peneliti, praktisi hukum dan kepatuhan perbankan, serta praktisi keamanan informasi.

Salah satu pembicara utama yang hadir adalah Prof. Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama Republik Indonesia. Selain itu, Muchtarul Huda, Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, turut memberikan paparan utama.

Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa menjaga kepercayaan konsumen dan masyarakat melalui penerapan PDP yang baik merupakan bagian dari ukhuwah imaniyah sekaligus penghormatan terhadap privasi.

Dalam sesi berikutnya, Muchtarul menyampaikan bahwa Komdigi akan terus menjalankan perannya sebagai regulator PDP serta menjembatani kepentingan bisnis, privasi data, perkembangan teknologi, kepatuhan hukum, dan pengawasan.

Acara IPLS 2026 dihadiri peserta dari berbagai profesi, mulai dari profesional hukum, pelaku usaha, praktisi teknologi informasi, Data Protection Officer, akademisi, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu PDP.

Panelis pada sesi pertama IPLS 2026 menyampaikan bahwa penerapan privasi dan pelindungan data merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap ajaran agama. Setiap agama mengajarkan pentingnya menjaga kepercayaan, kerahasiaan, dan menghormati orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting dalam implementasi PDP.

Sebelum sesi kedua dimulai, Yosea Iskandar selaku Ketua FINDANET memaparkan pemahaman mengenai data pribadi, siklus hidup data, dan langkah pelindungannya sesuai regulasi yang berlaku.

Yosea juga menyampaikan bahwa FINDANET akan terus menjadi mitra industri keuangan dan regulator dalam menjembatani kebutuhan regulasi PDP yang dapat mengakomodasi kepentingan bisnis, teknologi, dan kepatuhan.

Sesi kedua IPLS 2026 membahas peran organisasi keagamaan, lembaga filantropi, dan aktivis gender dalam penerapan PDP. Pengumpulan, penyimpanan, dan pengungkapan data pribadi perlu memperhatikan prinsip proporsionalitas serta mengutamakan privasi subjek data pribadi.

Sementara itu, sesi ketiga membahas implementasi PDP setelah terbitnya PP 33/2026. Diskusi menekankan pentingnya penyesuaian tata kelola serta penerapan langkah teknis dan operasional untuk mengamankan data pribadi.

Peran manajemen puncak perusahaan juga menjadi perhatian karena sangat memengaruhi arah penerapan PDP hingga tingkat operasional. Sesi ini turut menghadirkan panelis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membahas perkembangan regulasi dan pengawasan setelah terbitnya PP 33/2026.

Kegiatan IPLS 2026 dilanjutkan dengan pemaparan dari Moch. Abduh selaku Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam paparannya, ia menggarisbawahi bahwa kesadaran menjaga privasi, penerapan pelindungan data pribadi, serta dukungan terhadap perkembangan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan sebagai fondasi pembentukan peradaban yang lebih baik.

Setelah pemaparan tersebut, acara IPLS 2026 diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Istiqlal oleh Dito Alif Pratama, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta yang sekaligus merupakan Founder Santri Mengglobal.

Deklarasi Istiqlal tersebut menegaskan komitmen penguatan tata kelola dan implementasi UU PDP yang berlandaskan nilai-nilai teologis dan etika, serta menghormati keberagaman dan perbedaan.

Melalui penyelenggaraan IPLS 2026, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum sekaligus sarana penyegaran keilmuan bagi para pemangku kepentingan lintas agama dan pemimpin organisasi dalam memahami perkembangan regulasi serta praktik terbaik implementasi PDP, khususnya setelah terbitnya PP 33/2026.

Hal ini semakin relevan dalam menghadapi potensi risiko ketidakpatuhan (non-compliance), terutama apabila Lembaga PDP telah terbentuk, serta dalam mengantisipasi sanksi administratif maupun hukum sebagaimana diatur dalam UU PDP dan peraturan pelaksanaannya.

PRIVASIMU bersama para mitra berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kesadaran dan kesiapan organisasi di Indonesia dalam membangun tata kelola PDP yang kuat, adaptif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Apresiasi disampaikan kepada seluruh peserta, pembicara utama, panelis, dan moderator yang telah berpartisipasi serta berkontribusi dalam menyukseskan IPLS 2026.

Tags ipls