Peluang Guru Madrasah Mengajar di Luar Negeri, Pendaftaran SILN dan CLC 2026 Dibuka hingga 2 Oktober

27 Sep

Santri Mengglobal – Kabar baik bagi guru madrasah yang ingin mengembangkan pengalaman mengajar di luar negeri. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap Community Learning Center (CLC) tahun 2026. Pendaftaran dibuka hingga 2 Oktober 2026.

Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh guru madrasah berstatus non-ASN yang memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan, sertifikasi profesi, kemampuan bahasa asing, serta ketentuan khusus sesuai formasi yang dilamar.

Berdasarkan pengumuman Kemendikdasmen pada 17 September 2026, terdapat 174 formasi yang dibuka. Jumlah tersebut terdiri atas 39 formasi guru SILN, tiga tenaga kependidikan SILN, serta 132 pendidik tetap CLC di Malaysia.

 

Pilihan Penempatan di Berbagai Negara

Program ini membuka kesempatan mengajar di sejumlah Sekolah Indonesia yang tersebar di berbagai negara, antara lain Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang, dan Myanmar.

Beberapa lokasi penempatan yang tersedia meliputi Kairo, Riyadh, Jeddah, Makkah, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Johor Bahru, Singapura, Davao, Bangkok, Tokyo, dan Yangon.

Bidang studi yang dibutuhkan juga beragam, mulai dari guru kelas, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Fisika, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bimbingan Konseling (BK), hingga Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Setiap lokasi memiliki kebutuhan tenaga pendidik yang berbeda.

 

Sementara itu, untuk Pendidik Tetap CLC, tersedia 132 formasi yang tersebar di dua wilayah Malaysia, yakni 112 formasi di Sabah dan 20 formasi di Sarawak.

Formasi CLC mencakup sejumlah bidang, seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, TIK, BK, dan Seni Budaya.

Para pendidik yang lolos seleksi nantinya akan bertugas memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia, termasuk anak-anak pekerja migran yang berada di Malaysia.

 

Persyaratan Pendaftaran

Seleksi ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang berstatus non-ASN dan memenuhi kualifikasi sesuai formasi yang tersedia.

Berdasarkan portal resmi seleksi, pelamar guru harus memiliki sertifikat pendidik yang sesuai dengan bidang yang dilamar dan merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pelamar juga harus berpendidikan minimal S1 dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00 serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL minimal 450 atau IELTS 5,0.

Selain itu, pelamar untuk penempatan di Jeddah, Riyadh, dan Makkah diwajibkan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara lisan dan tulisan. Persyaratan khusus lainnya dapat berbeda sesuai bidang studi dan negara penempatan.

 

Guru madrasah yang berminat perlu memastikan kesesuaian ijazah, sertifikat pendidik, dan kualifikasi lainnya dengan formasi yang akan dipilih.

Pendaftaran Ditutup 2 Oktober 2026

Pendaftaran seleksi SILN dan CLC telah dibuka sejak 14 September 2026 dan akan ditutup pada 2 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui

Portal Resmi Seleksi GTK SILN dan CLC 2026

 

Setiap pelamar hanya diperbolehkan memilih satu formasi dan tidak dapat mendaftar untuk SILN dan CLC secara bersamaan. Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya.

 

Bagi guru madrasah yang ingin memperoleh pengalaman mengajar di luar negeri, program ini dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus berkontribusi dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di mancanegara.

Calon pelamar diimbau segera memeriksa persyaratan dan mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan sebelum batas akhir pendaftaran.